Kita warga NU WAJIB dan FARDLU ‘AIN pilih PKB karena ulil amri warga NU adalah PKB...!!

JANGAN RAGU UNTUK PILIH PKB

 
Mengapa warga NU tidak kompak untuk mendukung PKB ??
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa pendapat dari sebagian warga NU :

  1. Kekompakan warga NU untuk mendukung PKB itu tidak penting, sangat penting adalah bagaimana caranya untuk mendapatkan uang, jabatan dan sebagainya. Sehingga jika mereka di PKB akan mudah lompat pindah ke partai politik lain apabila tercopot dalam jabatannya di PKB atau tidak terpilih dalam pencalonan kepengurusan PKB.
  2. Partai politik itu urusan dunia bukan urusan agama. Oleh karena itu agama jangan dicampur adukan dengan partai politik dan agama jangan sekali-kali dijadikan modal untuk kep[entingan partai politik.
  3. Karena PKB tidak berazaskan islam maka tidak perlu di pilih, yang perlu di pilih adalah partai politik yang berazaskan islam.
  4. Ragu akan kebenaran PKB. Benarkah PKB masih diakui sebagai partai politik yang dilahirkan dari PBNU ??. karena PKB muncul ketika Gus Dur menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Sedangkan sekarang sudah diganti oleh orang lain.
  5. Anggapan bahwa partai politik itu bebas, tidak harus mendukung satu partai politik tertentu. Karena kita warga demokrasi, lagi pula surga itu tidak diperuntukkan hanya khusus untuk warga partai politik tertentu. Surga itu adalah tempat orang-orang yang bertaqwa, oleh karena itu silahkan pilih partai politik apa saja yang penting taqwa. Apalagi setelah NU Khittah, warga NU sangat-sangat bebas dalam berpolitik.

Untuk menanggapi pendapat-pendapat tersebut, penulis dengan kerendahan hati menjawab :

  • Mari kita do’akan semoga mereka mendapat Hidayah Allah SWT, sehingga mereka sadar dan mau merubah tujuannya yang semula hanya karena uang dan jabatan, menjadi tujuan yang tulus dan ikhlas semata-mata berjuang menegakkan syiar islam dengan melalui partai politik yaitu PKB. Karena hanya PKB-lah satu-satunya partai yang dilahirkan oleh NU untuk meraih kemenangan dalam pemilu. Sehingga PKB dapat mewarnai sistem pemerintahan di negara kita dengan lebih baik. Amin.
  • Memang berpartai politik itu urusan dunia, tetapi kalau tujuannya baik kenapa tidak jadi urusan akhirat ? Simaklah sabda Nabi Muhammad SAW: “Berapa banyak perbuatan yang bentuknya perbuatan dunia dengan niat yang baik menjadi perbuatan akhirat. Dan berapa banyak perbuatan akhirat kemudian menjadi perbuatan dunia sebab niat yang jelek”. Oleh karena itu luruskan niat kita dengan niat yang baik sehingga setiap langkah dan gerakan kita dicatat sebagai amal sholeh tidak sia-sia. Bahkan kemengan agama dengan perjuangan melalui jalur partai politik akan besar manfaatnya dibandingkan kemenangan agama dengan perjuangan agama melalui jalur lain, tetapi perlu di ingat bahwa bahayanya akan jauh lebih besar jika kalah. Sejarah telah mengingatkan kepada dua negara besar yaitu Rusia dan Spanyol. Islam pada waktu itu sangat maju pesat luar biasa sehingga bermunculan ulama-ulama besar disana seperti Imam Bukhori, Imam Muslim dan imam-imam lainnya di Rusia. Seangkan Spanyol yang dulu dikenal dengan nama Andalusia lahir Imam Ibnu Malik pengarang kitab Al-Fiyah dan ulama-ulama besar lainnya. Tetapi karena umat islam disana lengah dalam politiknya sehingga sistem pemerintahannya dapat direbut dan dikuasai oleh orang-orang kafir maka dalam kurun waktu relativ singkat umat islam di kikis habis dengan mudah. Semenjak itulah negara Rusia menjadi negara Komunis dan Spanyol menjadi negara Kristen sampai sekarang. Apakah kita rela negara kita tercinta ini akan dijadikan seperti dua negara tersebut ??. jika warga NU khususnya tidak segera merapatkan barisan, tetap pada pendiriannya masing-masing dan tetap menjadikan uang dan jabatan sebagai tujuan utamanya, maka berarti rela untuk kehancuran islam di indonesia dan rela membiarkan generasi muda sebagai penerus bangsa menjadi korban narkoba yang merajalela yang sampai saat ini pemerintah belum bertindak tegas dan tuntas. Jadi, kalau masih terdengar kata-kata bahwa partai politik jangan dicampur adukan dengan agama, lebih-lebih agama jangan dijadikan modal untuk kepentingan partai politik, perkataan itu jelas keluar dari mulut orang-orang yang sengaja mau menghancurkan islam. Karena partai politik yang sehat pasti diatur oleh agama, sehingga agama benar-benar menjadi dasar utama bagi partai politik tersebut. Sebaliknya partai politik, pejabat, pemuda, golongan dan negara manapun jika lepas dari agama pasti akan terjadi hukum rimba, hukum yang sewenang-wenang, siapa yang paling kuat pasti akan menindas kepada yang lemah dan seterusnya. PBNU sengaja mendirikan PKB azas Pancasila bukan azas islam, karena namanya partai politik itu akan di adu dengan partai politik lain sedangkan apa saja jika di adu pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Sehingga apabila PKB kalah, maka yang kalah bukan PKB-nya saja, PKB-nya kalah maka islamnya pun ikut kalah. Adapun seumpama PKB menang, bagi PBNU tidak sulit untuk mengganti azas PKB dengan Azas islam (jika dianggap perlu).
  • Seluruh paraturan dan per undang-undangan yang sudah di bakukan dan mempunyai jaminan hukum sampai kapanpun akan tetap berlaku sekalipun pengurusnya sudah digantikan oleh pengurus baru, terkecuali apabila terjadi kesepakatan dari organisasi NU melalui muktamar bahwa keputusan tersebut di amandemenkan. Selama PKB belum di amandemenkan, selama itu pula PKB menjadi partai politik yang syah. Adapun partai-partai islam lainnya yang muncul dari pribadi-pribadi orang NU yang sengaja memperlebar pintu perpecahan dikalngan warga NU.
  • Warga NU yang masih beranggapan bahwa warga NU bebas dalam dalam berpartai politik dengan alasan kita hidup di negara demokrasi atau beralasan bahwa surga itu bukan milik sebuah partai akan tetapi surga adalah tempat orang-orang yang taqwa. Memang taqwa itu sangat penting, tetapi kekompakan dan kebersatuan dalam mengikuti satu partai politik khususnya PKB sebagai wadah seluruh warga NU dalam menyampaikan aspirasinya untuk merebut kemenangan demi membela syiar agama islam itu juga tidak kalah pentingnya. Karena kokoh dan majunya agama harus dengan kemenangan, dan kemenangan itu tidak akan tercapai tanpa dengan kekompakkan dan kebersatuan.

Jika masih ada warga Nu yang tetap ngengkel dan keras kepala dalam pendiriannya bahwa berpartai politik itu bebas, maka sampai kiamat pun Nu menjadi makmum. Dan ketahuilah bahwa orang-orang yang mempunyai pemahaman-pemahaman seperti itu adalah orang-orang yang telah di cekoki dengan sisa-sisa ajaran colonial Belanda (Van Der Flash) agar umat islam jangan ikut campur dalam pemerintahan dan jangan menghimpun kekuatan dengan kekompakkan dan kebersatuan dalam satu partai politik. Van Der Flash dan antek-anteknya menghendaki umat islam cukup diatur, ditindas dan bila perlu dibunuh.

Siapakah antek-antek dan anak cucu Van Der Flas ? Orang-orang yang sudah di cekoki dengan ajarannya sebagaimana tersebut diatas dan merasa senang dengan banyak perpecahan dikalangan umat islam.

Mereka sangat takut jika melihat umat islam / warga NU bersatu, mereka berusaha sekuat tenaga menggunakan segala macam cara melalui terobosan-terobosan keluar dan kedalam yang intinya umat islam/warga NU tidak segera bangkit merapatkan barisannya, maka sisp-siaplah untuk selamanya menjadi maf’ul dan jangan berharap bisa menjadi fa’il.

Pengertian demokrasi bagi bangsa dan negara bukan berarti bebas dalam melaksanakan segala aktifitas kehidupan, berbangsa, bernegara tanpa batasan-batasan. Kebebasan itu selama tidak melanggar undang-undang, baik undang-undang negara atau alqur’an dan Hadits.

Maka sangat-sangat keliru dan jelas-jelas salah jika orang mengartikan demokrasi itu dengan kebebasan yang sebebas-bebasnya, ada peraturan tidak ada peraturan, ada larangan tidak ada larangan tetap bebas karena kita mempunyai hak azasi. Pemikiran semacam ini sama dengan pemikiran-pemikiran Van Der Flash yang demikian itu jelas tidak dikehendaki oleh pemerintah kita dan jelas bertentangan dengan ajaran agama.

Sabda Nabi :
“Apabila yang Aku larang kepadamu, maka jauhilah. Dan apa-apa yang Aku perintahkan kepadamu, maka kerjakanlah sekemampuan kamu”. (HR.Bukhori Muslim).

Penulis : Ushfuri Anshor – Khodim Al-Ma’had Al Ishiah (Mustasyar PKB Jawa Barat)
BannerFans.com