Waktu itu kami bersama teman-teman Pengurus DPAC Kedungreja sedang duduk-duduk santai di Hotel Eden 2 Baturaden, Purwokerto. Tak sengaja obrolan kami mengarah kepada pembicaraan serius tentang Caleg PKB untuk masa depan.
Dalam obrolan tersebut saya berpendapat seyogyanya caleg yang di usung PKB benar-benar sosok pribadi yang handal lahir bathin artinya mampu dan respon terhadap aspirasi konstituen dan warga juga mampu dalam hal yang bersifat matrial. Disamping itu caleg tersebut benar-benar telah ikut menggula wentah PKB artinya benar-benar orang PKB asli bukan PKB dadakan.
Disisi lain pribadi harus loyal terhadap seluruh konstituen. Siapapun yang akan menjadi caleg PKB harus benar-benar mampu lahir dan bathin tegas saya.
Jaman sekarang mungkin kurang cukup kalau hanya memandang pada sisi charisma dari orang tua, se charisma apapun kalau caleg tersebut tidak mampu secara lahir bathin menurut saya tetap kurang representative. Disamping itu caleg harus profesional dalam artian secara akademik memenuhi syarat, memiliki pengalaman lapangan dan mampu membaca analisis basis. Dan lebih penting lagi caleg harus memiliki dana untuk perjuangan tersebut, menurut saya sangat tidak etis kalau pada jaman sekarang masih ada caleg yang hanya bermodal shalawat. Pepatah Jer Basuki Mawa Bea sampai kapanpun tetap berlaku dan sampai kapanpun akan terus berlaku.
Kita harus jujur bahwa unsure dana tetap harus menjadi syarat utama untuk perjuangan dan meraih cita-citanya. PKB sekarang sudah sangat kondusif dan berprospek baik untuk Pemilu 2014, maka wajar kalau PKB Kedungreja sedikit agak pasang harga untuk para caleg.
Secara umum syarat-syarat seorang caleg PKB adalah :- Jelas PKB nya.
- Berhaluan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
- Pola pikir maju dan moderen
- Di dukung dana yang cukup
